76


melainkan karena mereka memilih berhenti sebelum sampai

pada titik di mana cahaya itu tampak. Oleh karena itu, kesabaran

menjadi kunci, sabar dalam bertahan, sabar dalam mencoba lagi,

sabar dalam menjaga diri agar tidak menyerah. Kesabaran ini

ibarat bahan bakar tambahan yang memungkinkan seseorang

terus berjalan hingga akhirnya bertemu dengan Cahaya yang

dicari.

Dalam sisi praktis, cahaya di ujung jalan gelap bisa berupa

hasil nyata dari proses panjang yang telah dilalui, seseorang yang

berjuang keras dalam pendidikan mungkin mengalami banyak

kegagalan, tetapi akhirnya berhasil lulus dengan nilai yang baik.

Seorang pedagang kecil mungkin berulang kali mengalami

kerugian, tetapi akhirnya menemukan strategi yang membuat

usahanya berkembang. Seorang yang sakit parah mungkin

melewati masa pengobatan penuh penderitaan, tetapi akhirnya

pulih. Cahaya yang dimaksud bukan hanya kondisi bahagia di

masa depan, melainkan juga pemahaman baru bahwa setiap

kesulitan memang bisa dilewati jika terus-menerus dijalani

dengan penuh kesabaran dan ketabahan.

Cahaya di ujung jalan gelap juga sering muncul dalam

bentuk pertolongan dari luar. Terkadang seseorang merasa

sendirian dalam penderitaan, padahal sebenarnya tanpa ia sadari

ada orang-orang yang siap memberi dukungan setiap saat.

Sahabat yang setia, keluarga yang mendoakan, pasangan yang