melainkan karena mereka memilih berhenti sebelum sampai
pada titik di mana cahaya itu tampak. Oleh karena itu, kesabaran
menjadi kunci, sabar dalam bertahan, sabar dalam mencoba lagi,
sabar dalam menjaga diri agar tidak menyerah. Kesabaran ini
ibarat bahan bakar tambahan yang memungkinkan seseorang
terus berjalan hingga akhirnya bertemu dengan Cahaya yang
dicari.
Dalam sisi praktis, cahaya di ujung jalan gelap bisa berupa
hasil nyata dari proses panjang yang telah dilalui, seseorang yang
berjuang keras dalam pendidikan mungkin mengalami banyak
kegagalan, tetapi akhirnya berhasil lulus dengan nilai yang baik.
Seorang pedagang kecil mungkin berulang kali mengalami
kerugian, tetapi akhirnya menemukan strategi yang membuat
usahanya berkembang. Seorang yang sakit parah mungkin
melewati masa pengobatan penuh penderitaan, tetapi akhirnya
pulih. Cahaya yang dimaksud bukan hanya kondisi bahagia di
masa depan, melainkan juga pemahaman baru bahwa setiap
kesulitan memang bisa dilewati jika terus-menerus dijalani
dengan penuh kesabaran dan ketabahan.
Cahaya di ujung jalan gelap juga sering muncul dalam
bentuk pertolongan dari luar. Terkadang seseorang merasa
sendirian dalam penderitaan, padahal sebenarnya tanpa ia sadari
ada orang-orang yang siap memberi dukungan setiap saat.
Sahabat yang setia, keluarga yang mendoakan, pasangan yang