dirinya. Nick menyadari bahwa meskipun ia tidak memiliki
anggota tubuh lengkap, ia punya kekuatan yang jauh lebih
besar: kemampuan untuk menginspirasi orang lain. Ia belajar
berbicara di depan umum, membagikan kisah hidupnya, dan
memberikan semangat bagi mereka yang putus asa.
Hari ini, Nick Vujicic dikenal sebagai motivator dunia.
Ia berkeliling ke berbagai negara, menulis buku, dan
berbicara di hadapan ribuan orang. Kelemahan fisiknya
justru menjadi kekuatan besar yang membuatnya berbeda
dan berarti bagi banyak orang.
Ada orang yang terjebak dalam kelemahannya,
menganggap dirinya tidak berguna. Namun, ada juga yang
mampu bangkit dan menggunakan kelemahan itu sebagai
pijakan, seperti Nick Pujicic tadi. Bedanya hanya satu: cara
pandang. Dengan sudut pandang yang benar, kelemahan bisa
menjadi guru, dan kekuatan bisa menjadi jalan untuk
berkarya.
Maka, langkah penting dalam mengenal diri adalah
menulis rangkaian: apa yang menjadi kekuatan yang aku
miliki, dan apa kelemahanku? Dengan begitu, kita tidak lagi
menebak-nebak, melainkan benar-benar sadar arah yang
harus ditempuh. Jangan takut pada kelemahanmu, dan
jangan pula sombong dengan kekuatanmu. Keduanya adalah
bagian dari dirimu yang akan menuntunmu pada
pertumbuhan.