69


menghadapi cobaan, lebih sabar dalam proses panjang, dan lebih

berani menghadapi ketidakpastian. Jiwa yang penuh harapan

jarang benar-benar kehilangan arah, karena ia selalu menyimpan

keyakinan bahwa sesuatu bisa diusahakan. Harapan

menanamkan optimisme dalam diri, dan optimisme melahirkan

ketabahan. Inilah yang menjadi sebab orang yang memiliki

harapan tidak akan mudah untuk menyerah, meski realitas yang

dihadapinya sangat berat.

Menjaga harapan bukan berarti menutup mata dari

kenyataan, harapan yang sehat justru berjalan beriringan dengan

kesadaran akan kenyataan dan keyakinan. Seseorang yang

memiliki harapan bukan berarti ia menolak fakta tentang

kesulitannya, melainkan ia memilih untuk tidak membiarkan

fakta itu menghentikan langkahnya. Harapan menjadi ruang di

mana seseorang bisa menerima kenyataan tanpa kehilangan

keberanian untuk memperbaikinya. Dengan kata lain, harapan

adalah bentuk keberanian batin, berani untuk tetap mencoba

meski belum ada jaminan hasil yang maksimal.

Ketika seseorang kehilangan harapan, biasanya yang hilang

bukan hanya semangat, tetapi juga arah dan tujuan hidup. Hidup

tanpa harapan terasa kosong, tidak ada yang dituju, tidak ada

alasan untuk terus melangkah dan berusaha. Sebaliknya, orang

yang menyimpan harapan selalu memiliki sesuatu yang

membuatnya terus bergerak. Harapan membuat seseorang