menghadapi cobaan, lebih sabar dalam proses panjang, dan lebih
berani menghadapi ketidakpastian. Jiwa yang penuh harapan
jarang benar-benar kehilangan arah, karena ia selalu menyimpan
keyakinan bahwa sesuatu bisa diusahakan. Harapan
menanamkan optimisme dalam diri, dan optimisme melahirkan
ketabahan. Inilah yang menjadi sebab orang yang memiliki
harapan tidak akan mudah untuk menyerah, meski realitas yang
dihadapinya sangat berat.
Menjaga harapan bukan berarti menutup mata dari
kenyataan, harapan yang sehat justru berjalan beriringan dengan
kesadaran akan kenyataan dan keyakinan. Seseorang yang
memiliki harapan bukan berarti ia menolak fakta tentang
kesulitannya, melainkan ia memilih untuk tidak membiarkan
fakta itu menghentikan langkahnya. Harapan menjadi ruang di
mana seseorang bisa menerima kenyataan tanpa kehilangan
keberanian untuk memperbaikinya. Dengan kata lain, harapan
adalah bentuk keberanian batin, berani untuk tetap mencoba
meski belum ada jaminan hasil yang maksimal.
Ketika seseorang kehilangan harapan, biasanya yang hilang
bukan hanya semangat, tetapi juga arah dan tujuan hidup. Hidup
tanpa harapan terasa kosong, tidak ada yang dituju, tidak ada
alasan untuk terus melangkah dan berusaha. Sebaliknya, orang
yang menyimpan harapan selalu memiliki sesuatu yang
membuatnya terus bergerak. Harapan membuat seseorang