Dari seorang pelaut yang berlayar di laut lepas kita bisa
ambil Pelajaran bahwa, do’a adalah bintang di langit yang
menjadi penunjuk arah, sedangkan usaha adalah dayung yang
menggerakkan perahu. Jika hanya melihat bintang tanpa
mendayung, perahu tidak akan pernah maju. Jika hanya
mendayung tanpa melihat bintang, perahu bisa tersesat di tengah
laut. Tetapi ketika keduanya berjalan bersama, mereka akan
menemukan jalannya menuju dermaga. Begitu pula dengan
hidup kita. Do’a memberi arah, usaha untuk merealisasikan do’a,
dan harapan menjadi cahaya yang membuat perjalanan tetap
mungkin meski laut bergelombang.
Do’a juga berfungsi sebagai penguat hati, saat usaha terasa
melelahkan dan hasil belum terlihat, do’a berperan sebagai
pemberi ketenangan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Ada
kekuatan lebih besar yang mendengar setiap keluh kesah dan
memahami setiap usaha yang kita lakukan, meski zatnya tidak
dapat dilihat, dialah Tuhan yang senantiasa membersamai
hambanya, tanpa jeda walau sesaat, baik dalam prespektif
keyakinan apapun.
Do’a juga mengajarkan bahwa hasil bukan sepenuhnya di
tangan kita, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk berusaha
semampunya. Inilah yang membuat do’a begitu penting, ia
memberi ruang bagi keikhlasan, sehingga kita tidak terbebani
secara berlebihan ketika hasil belum sesuai harapan, dengan