64


Dari seorang pelaut yang berlayar di laut lepas kita bisa

ambil Pelajaran bahwa, do’a adalah bintang di langit yang

menjadi penunjuk arah, sedangkan usaha adalah dayung yang

menggerakkan perahu. Jika hanya melihat bintang tanpa

mendayung, perahu tidak akan pernah maju. Jika hanya

mendayung tanpa melihat bintang, perahu bisa tersesat di tengah

laut. Tetapi ketika keduanya berjalan bersama, mereka akan

menemukan jalannya menuju dermaga. Begitu pula dengan

hidup kita. Do’a memberi arah, usaha untuk merealisasikan do’a,

dan harapan menjadi cahaya yang membuat perjalanan tetap

mungkin meski laut bergelombang.

Do’a juga berfungsi sebagai penguat hati, saat usaha terasa

melelahkan dan hasil belum terlihat, do’a berperan sebagai

pemberi ketenangan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Ada

kekuatan lebih besar yang mendengar setiap keluh kesah dan

memahami setiap usaha yang kita lakukan, meski zatnya tidak

dapat dilihat, dialah Tuhan yang senantiasa membersamai

hambanya, tanpa jeda walau sesaat, baik dalam prespektif

keyakinan apapun.

Do’a juga mengajarkan bahwa hasil bukan sepenuhnya di

tangan kita, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk berusaha

semampunya. Inilah yang membuat do’a begitu penting, ia

memberi ruang bagi keikhlasan, sehingga kita tidak terbebani

secara berlebihan ketika hasil belum sesuai harapan, dengan