merubah hidupnya dari yang sebelumnya seekor ulat yang
mungkin Sebagian manusia merasa jijik melihatnya, namun
karna semangat pantang menyerahnya ia mengakhiri vase
hidupnya sebagai seekor kupu-kupu yang indah.
Demikian pula hidup kita, saat hampir menyerah,
perjuangan yang kita lakukan sebenarnya sedang membentuk
sayap kita agar kelak bisa terbang lebih tinggi. Jika kita berhenti
di tengah jalan, kita kehilangan kesempatan untuk menjadi kuat.
Menguatkan diri ketika hampir menyerah pada akhirnya adalah
seni menjaga harapan tetap hidup. Ini bukan tentang memaksa
diri menjadi kuat setiap saat, melainkan tentang menemukan
alasan untuk bangkit meski lelah. Kadang alasan itu datang dari
mimpi yang belum tercapai, kadang dari orang yang kita cintai,
kadang pula dari keyakinan bahwa semua usaha tidak akan sia
sia. Selama alasan itu masih ada, kita akan selalu menemukan
tenaga untuk melanjutkan langkah.
Pada akhirnya, rasa ingin menyerah adalah hal yang wajar
dan pasti hamper setiap manusia mengalaminya. Tetapi mereka
yang berhasil bukanlah orang yang tidak pernah merasa ingin
menyerah, melainkan mereka yang tetap memilih bertahan di
saat hampir menyerah. Sama seperti malam yang paling gelap
biasanya muncul sebelum fajar, titik terberat dalam hidup sering
kali hadir tepat sebelum keberhasilan tiba. Maka, menguatkan
diri di saat itulah yang menentukan apakah kita akan berhenti di
tengah jalan atau terus berjuang dan melangkah sampai pada
tujuan yang ingin digapai. Dengan bertahan sedikit lebih lama,
mungkin kita akan mendapati bahwa garis akhir sebenarnya
sudah sangat dekat.