62


merubah hidupnya dari yang sebelumnya seekor ulat yang

mungkin Sebagian manusia merasa jijik melihatnya, namun

karna semangat pantang menyerahnya ia mengakhiri vase

hidupnya sebagai seekor kupu-kupu yang indah.

Demikian pula hidup kita, saat hampir menyerah,

perjuangan yang kita lakukan sebenarnya sedang membentuk

sayap kita agar kelak bisa terbang lebih tinggi. Jika kita berhenti

di tengah jalan, kita kehilangan kesempatan untuk menjadi kuat.

Menguatkan diri ketika hampir menyerah pada akhirnya adalah

seni menjaga harapan tetap hidup. Ini bukan tentang memaksa

diri menjadi kuat setiap saat, melainkan tentang menemukan

alasan untuk bangkit meski lelah. Kadang alasan itu datang dari

mimpi yang belum tercapai, kadang dari orang yang kita cintai,

kadang pula dari keyakinan bahwa semua usaha tidak akan sia

sia. Selama alasan itu masih ada, kita akan selalu menemukan

tenaga untuk melanjutkan langkah.

Pada akhirnya, rasa ingin menyerah adalah hal yang wajar

dan pasti hamper setiap manusia mengalaminya. Tetapi mereka

yang berhasil bukanlah orang yang tidak pernah merasa ingin

menyerah, melainkan mereka yang tetap memilih bertahan di

saat hampir menyerah. Sama seperti malam yang paling gelap

biasanya muncul sebelum fajar, titik terberat dalam hidup sering

kali hadir tepat sebelum keberhasilan tiba. Maka, menguatkan

diri di saat itulah yang menentukan apakah kita akan berhenti di

tengah jalan atau terus berjuang dan melangkah sampai pada

tujuan yang ingin digapai. Dengan bertahan sedikit lebih lama,

mungkin kita akan mendapati bahwa garis akhir sebenarnya

sudah sangat dekat.