58


  1. Menguatkan Diri Saat Hampir Menyerah

Dalam perjalanan hidup, ada saat ketika kita merasa tenaga

sudah habis, semangat perlahan redup, dan hati mulai diliputi

keraguan. Momen ini sering kali datang setelah berbagai usaha

keras tidak menunjukkan hasil yang baik, atau ketika kegagalan

berulang membuat kita ragu apakah jalan yang ditempuh benar.

Pada titik seperti itu, rasa ingin menyerah sangat kuat. Namun,

justru di titik kritis inilah kekuatan sejati manusia diuji,

bagaimana ia tetap bertahan meski hampir menyerah, bagaimana

ia menemukan alasan untuk melanjutkan langkah meski hati

terasa rapuh.

Dalam menjalani kehidupan bisa diibaratkan dengan pohon

yang tumbuh dari biji kecil. Di awal pertumbuhan, biji itu harus

menembus tanah yang keras untuk bisa keluar menuju cahaya.

Perjuangan menembus tanah adalah bagian tersulit, dan sering

kali biji bisa saja gagal tumbuh jika kekuatannya tidak cukup.

Namun, jika ia bertahan, akar mulai tumbuh ke dalam tanah, dan

tunas kecil keluar menuju langit. Tidak sampai disitu setelah

mulai menumbuhkan tunas hama mulai mengahampiri, binatang

yang ingin menikmati enaknya rasa dari sebuah tunas muda dari

pohon datang silih berganti.