masih kita miliki seperti waktu, kesempatan, pasangan,
keluarga, sahabat, atau bahkan sekadar kesehatan untuk
bisa mencoba lagi dilain waktu. Kesadaran ini membuat
hati kita lebih lapang. Alih-alih merasa hancur karena
gagal, kita justru merasa beruntung masih diberi
kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Keenam, kegagalan dapat menjadi pengingat untuk
masing-masing individu kita bahwa kita tidak bisa
menjadi bagian dari cerita sejarah dalam hidup, karena justru dari
situlah kisah hidup kita memiliki warna dan makna yang baru.
mengandalkan diri sendiri sepenuhnya. Ada saat di
mana usaha maksimal tetap berakhir tidak sesuai
harapan. Di sinilah kita belajar untuk berserah diri
kepada Tuhan, dan menyadari bahwa hidup bukan
hanya soal kerja keras, tetapi juga tentang keikhlasan
dalam menerima takdir. Dengan cara ini, kegagalan
tidak menimbulkan putus asa, melainkan membawa
kita lebih dekat pada rasa pasrah yang menenangkan.
Pada akhirnya kita akan menyadari bahwa, gagal bukan
tidak selamanya kita kalah. Gagal hanyalah bagian dari jalan
panjang menuju keberhasilan. Sama seperti hujan yang
mendahului pelangi, kegagalan mendahului kesuksesan. Tanpa
kegagalan, kesuksesan tidak akan terasa berharga. Tanpa jatuh,
kita tidak akan tahu nikmatnya berdiri. Tanpa sakit, kita tidak
akan tahu betapa berharganya sembuh. Maka, biarkan kegagalan