Namun pada pelaksanaannya banyak orang yang
menganggap bahwa gagal Adalah akhir dari segalanya, padahal
pada dasarnya jika kita menanggapinya dengan baik,
menyikapinya dengan fikiran yang jernih, maka sudut pandang
kita dalam menghadapi kegagalan akan merubah pola fikir dan
pola hidup kita.
Sebagai contoh dari analog-analogi tersebut, kita bisa
menarik beberapa nilai praktis yang penting untuk kehidupan
kedepannya:
- Pertama, kegagalan harus dipandang sebagai pelajaran,
bukan sebagai akhir. Ketika sesuatu tidak berjalan
sesuai rencana, jangan buru-buru menyalahkan diri
sendiri atau orang lain. Lebih baik kita bertanya pada
diri sendiri: Apa yang bisa dipelajari dari ini? Dengan
cara itu, kegagalan dapat berubah menjadi guru yang
mengajarkan kita hal-hal yang tidak kita dapat dari
keberhasilan yang instan, tanpa kegagalan sebelumnya.
- Kedua, kegagalan mengajarkan kita makna dari sebuah
kesabaran. Tidak ada hasil yang instan, sama halnya
seperti petani yang dengan sabar menunggu musim
panen, karena petani tau tidak mungkin hasil pertanian
akan langsung bisa dipanen tanpa melewati step-step
dalam pertanian, sama halnya kita pun perlu menunggu