55


Namun pada pelaksanaannya banyak orang yang

menganggap bahwa gagal Adalah akhir dari segalanya, padahal

pada dasarnya jika kita menanggapinya dengan baik,

menyikapinya dengan fikiran yang jernih, maka sudut pandang

kita dalam menghadapi kegagalan akan merubah pola fikir dan

pola hidup kita.

Sebagai contoh dari analog-analogi tersebut, kita bisa

menarik beberapa nilai praktis yang penting untuk kehidupan

kedepannya:

  1. Pertama, kegagalan harus dipandang sebagai pelajaran,

bukan sebagai akhir. Ketika sesuatu tidak berjalan

sesuai rencana, jangan buru-buru menyalahkan diri

sendiri atau orang lain. Lebih baik kita bertanya pada

diri sendiri: Apa yang bisa dipelajari dari ini? Dengan

cara itu, kegagalan dapat berubah menjadi guru yang

mengajarkan kita hal-hal yang tidak kita dapat dari

keberhasilan yang instan, tanpa kegagalan sebelumnya.

  1. Kedua, kegagalan mengajarkan kita makna dari sebuah

kesabaran. Tidak ada hasil yang instan, sama halnya

seperti petani yang dengan sabar menunggu musim

panen, karena petani tau tidak mungkin hasil pertanian

akan langsung bisa dipanen tanpa melewati step-step

dalam pertanian, sama halnya kita pun perlu menunggu