hiburan secara berlebihan, atau membiarkan diri larut dalam
kebiasaan menunda pekerjaan, hal-hal ini hanya akan
mengarahkan diri kedalam penyesalan masa tua.
Hal-hal seperti ini sering dianggap kecil, tetapi jika
dilakukan terus menerus akan menyita banyak waktu yang
seharusnya bisa dipakai untuk kegiatan produktif. Kesadaran
untuk mengurangi aktivitas yang tidak perlu adalah salah satu
langkah utama dalam mengelola hari dengan baik.
Belajar dari kebiasaan produktif akan membantu diri
menjadi lebih baik, banyak tokoh besar yang menunjukkan
bagaimana mereka mengisi hari dengan hal bermanfaat. Salah
satu contohnya adalah ulama besar Imam Syafi‘i. Sejak kecil
beliau dikenal tekun memanfaatkan waktu dengan belajar dan
menulis. Dalam sejarah, disebutkan bahwa ia mampu menghafal
kitab besar dalam waktu singkat berkat kebiasaan disiplin
mengisi hari dengan kegiatan ilmiah.
Di era modern, kita dapat belajar dari tokoh seperti Nelson
Mandela. Meski dipenjara bertahun-tahun, ia tidak membiarkan
harinya kosong. Ia membaca, menulis, dan berdiskusi, sehingga
ketika keluar dari penjara ia tetap siap memimpin bangsanya.
Contoh ini membuktikan bahwa meskipun dalam keterbatasan,
hari tetap bisa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat jika ada
niat dan kesadaran.