- Waktu untuk keluarga. Menyisihkan waktu untuk
berbicara, bercengkerama, atau sekadar makan Bersama
dengan keluarga atau orang terdekat kita, hal ini akan
memberi kehangatan yang tidak bisa digantikan oleh
materi.
- Waktu untuk diri sendiri. Istirahat, membaca, menonton,
berolahraga, atau merenung, atau melakukan hobbi yang
digemari, semuanya penting untuk dilakukan agar
pikiran dan tubuh tetap sehat.
- Waktu untuk spiritualitas. Bagi seorang muslim,
misalnya, shalat lima waktu merupakan bentuk
pengaturan hari yang memberi ketenangan batin
sekaligus pengingat untuk tetap terhubung dengan sang
pencipta, begitu juga dengan khatolik, dan keyakinan
lainnya yang pasti mengajarkan umatnya untuk dapat
membagi waktu dengan baik.
Dengan membagi waktu secara seimbang, hari-hari akan terisi
secara lebih bermakna dan tidak terasa kosong.
Mengurangi aktivitas yang tidak perlu juga sangat penting
untuk dilakukan, mengisi hari dengan hal bermanfaat juga berarti
menghindari hal-hal yang justru menghabiskan waktu tanpa
memberi nilai tambah. Misalnya, terlalu lama menggunakan
media sosial untuk hal yang tidak penting, menonton tayangan