Dalam perjalanan kehidupan juga perlu kesadaran penuh
akan pentingnya aktivitas yang bermakna, mengisi hari tidak
selalu berarti melakukan hal-hal besar yang mengubah dunia.
Terkadang, aktivitas sederhana tetapi dilakukan secara konsisten
dapat memberi pengaruh yang signifikan dalam kehidupan.
Membaca satu atau dua halaman buku setiap hari, misalnya, jika
dilakukan terus-menerus akan menghasilkan pemahaman baru
yang luas. Demikian pula dalam bekerja, sikap tekun dalam
menyelesaikan tugas kecil justru akan menumbuhkan
kedisiplinan yang bermanfaat jangka panjang. Oleh karena itu,
ukuran kebermanfaatan bukan hanya dilihat dari besar atau
kecilnya aktivitas, melainkan dari konsistensi dan tujuan yang
mendasarinya.
Mungkin kita sudah tidak pamiliar lagi dengan pepatah
lama “waktu Adalah uang” pepatah ini sebenarnya mengajarkan
kita agar dapat membagi waktu dengan bijak, agar hari terisi
dengan hal bermanfaat seseorang perlu membagi waktunya
secara seimbang. Tidak semua waktu harus dipakai untuk
bekerja, tetapi tidak juga seluruh waktu dihabiskan untuk
bersantai. Pembagian waktu yang bijak dapat meliputi beberapa
aspek berikut:
- Waktu untuk bekerja atau belajar. Inilah bagian yang
menjadi tanggung jawab utama, baik dalam mencari
nafkah maupun menuntut ilmu.