30


memanfaatkan waktunya dengan baik. Rasulullah SAW

misalnya, dikenal membagi hari-harinya dengan teratur, ada

waktu untuk beribadah, bekerja, berdakwah, mengajar,

bermusyawarah, hingga waktu untuk keluarga. Tidak ada bagian

dari hidup beliau yang terbuang percuma.

Demikian pula para tokoh-tokoh terdahulu, sebut saja Imam

Nawawi, yang hanya hidup sekitar 45 tahun, mampu menulis

puluhan karya penting yang masih dipelajari hingga kini.

Produktivitas semacam itu tidak mungkin terwujud tanpa

kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu. Dalam dunia modern,

penemu dan ilmuwan juga menunjukkan hal yang sama. Thomas

Alva Edison, misalnya, tidak dikenal karena kecerdasannya

semata, tetapi karena kesungguhannya menggunakan waktu

untuk bereksperimen. Ia mencatat lebih dari seribu paten

penemuan sepanjang hidupnya. Di Indonesia sendiri sebut saja

bapak teknologi kita BJ Habibie yang selalu menghargai setiap

waktu dalam hidupnya, ia berhasil menjadi salah satu tokoh

berpengaruh di kancah Nasional bahkan Internasional. Hal ini

menunjukkan bahwa kedisiplinan terhadap waktu dapat

melahirkan karya yang besar.

Dari tokoh-tokoh ini kita dapat mengambil pembelajaran

bahwa perbedaan hasil hidup seseorang tidak hanya ditentukan

oleh bakat atau peluang, tetapi juga oleh bagaimana ia

menggunakan waktu yang dimilikinya.