29


menyebabkan pepatah yang sering kita dengar, “waktu adalah

uang.” Ungkapan ini memang ada benarnya, sebab dengan

mengatur waktu seseorang dapat bekerja dan memperoleh

penghasilan, karna jika waktu itu telah habis maka kita juga telah

tiada. Maka selagi waktu itu ada gunakanlah untuk hal-hal yang

produktif dan bermanfaat, orang yang dapat membagi waktunya

dengan baik akan cendrung lebih sukses disbanding mereka yang

abai dengan waktu. Namun, jika diteliti lebih jauh, waktu

sebenarnya jauh lebih berharga daripada uang. Waktu adalah

kehidupan itu sendiri.

Uang yang hilang dapat dicari Kembali, harta yang habis

masih bisa dikumpulkan lagi. Namun, waktu yang berlalu tidak

mungkin kembali walau hanya seper sekian detik mustahil untuk

dapat Kembali lagi. Setiap detik yang terlewat adalah bagian dari

kehidupan yang ikut hilang. Kesadaran ini seharusnya cukup

untuk membuat kita lebih berhati-hati dalam menggunakan

waktu. Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat berarti

memperkaya kehidupan itu sendiri. Sebaliknya, membiarkan

waktu terbuang tanpa arah sama dengan mengurangi nilai hidup

yang kita jalani.

Mengenai membagi waktu dengan baik, ada bebrapa hal

yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran untuk selalu

menghargai waktu, salah satunya pelajaran dari suduk pandang

sejarah. Sejarah mencatat bahwa orang-orang besar mampu