19


memahami apa yang terjadi, lalu secara perlahan mencari makna

di balik peristiwa tersebut.

Ketika luka diterima dengan kesadaran, kita mulai bisa

melihat sisi lain dari pengalaman pahit itu. Misalnya, seseorang

yang gagal dalam usahanya akan belajar bahwa kegigihan tidak

cukup tanpa strategi. Orang yang kehilangan orang yang

dicintainya akan lebih menghargai kebersamaan dengan orang

lain yang masih ada di sisinya. Orang yang pernah dikhianati

akan belajar lebih hati-hati dalam mempercayai, sekaligus

memahami bahwa tidak semua orang memiliki niat baik,

sebagaimana yang telah kita bahas pada bab sebelumnya.

Dengan kata lain, luka memberi kita kesempatan untuk meninjau

ulang cara kita menjalani hidup.

Luka juga memiliki peran penting dalam membentuk

kedewasaan seseorang. Orang yang tidak pernah terluka

mungkin akan kesulitan memahami penderitaan orang lain.

Sementara orang yang pernah merasakan pahitnya hidup

biasanya lebih mudah berempati dengan keadaan oaring lain

disekitarnya, oaring yang pernah terluka cenderung akan lebih

bijaksana dalam berbicara, dan lebih tenang dalam mengambil

keputusan. Luka menjadikan seseorang lebih realistis, tidak

mudah terjebak dalam fantasi berlebihan, dan lebih siap

menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Pada