113


bersalah atau dikuasai rasa takut yang menghantui. Sesorang

yang bertawakkal akan belajar untuk hidup pada saat ini,

berusaha dengan sungguh-sungguh, dan selebihnya diserahkan

kepada Tuhan.

Selain itu, ikhlas dan tawakal memiliki pengaruh besar

dalam menjaga kesehatan mental dan emosional. Orang yang

ikhlas lebih jarang mengalami gejolak batin yang

berkepanjangan karena ia tidak terikat pada hasil atau penilaian

manusia. Seseorang yang senantiasa bertawakkal akan mampu

menata hatinya agar tetap tenang meskipun menghadapi

kegagalan atau penolakan.

Dengan adanya sifat tawakal akan memperkuat

ketenangan dengan memberikan rasa percaya diri bahwa setiap

usaha manusia akan selalu bernilai, meskipun hasilnya tidak

sesuai dengan harapan. Dengan demikian, sikap ikhlas dan

tawakal membantu manusia membangun daya tahan psikologis

yang kuat, sehingga ia mampu bertahan dalam situasi sulit

sekalipun. Dalam dimensi moral, ikhlas dan tawakal mendorong

lahirnya kejujuran dan kesungguhan dalam tindakan.

Seseorang yang ikhlas tidak akan melakukan sesuatu

hanya untuk kepentingan sesaat atau demi citra diri, melainkan

benar-benar karena dorongan kebaikan. Tawakal membuatnya

tidak terjebak pada manipulasi demi mencapai tujuan, karena ia

yakin bahwa hasil terbaik datang dari kuasa Tuhan, bukan dari