111


seseorang pada saat itu. Dengan begitu, ikhlas mengajarkan cara

melepas pamrih, dan tawakal mengajarkan cara melepas

kegelisahan setelah berusaha.

Dalam kehidupan sehari-hari, ikhlas dan tawakal

menghadirkan ketenangan batin yang tidak bisa dibeli dengan

apapun. Orang yang ikhlas tidak mudah terguncang oleh

kekecewaan, sebab ia tidak menggantungkan kebahagiaannya

pada sesuatu yang rapuh, seperti penilaian manusia atau

pencapaian materi yang sementara. Dengan tawakkal seseorang

akan bekerja dengan sebaik mungkin karena sadar bahwa proses

itu sendiri sudah bernilai, terlepas dari bagaimana hasilnya nanti.

Begitu pula dengan tawakal, seseorang yang menanamkan

sikap ini mampu menjalani hidup tanpa diliputi rasa takut

berlebihan terhadap kegagalan, karena ia percaya bahwa setiap

kegagalan membawa pelajaran dan setiap keberhasilan adalah

amanah. Kehidupan pun terasa lebih ringan, karena ia tidak lagi

memikul beban sendirian, melainkan menyerahkan sepenuhnya

pada Sang Pengatur segala urusan. Dengan cara ini, perjalanan