menyembuhkannya. Tetapi ketika hati berlabuh kepada Tuhan,
ada kedalaman ketenangan yang tak bisa diguncang oleh situasi
apa pun. Sekalipun itu dalam penderitaan, hati yang bersandar
padnya tetap dapat menemukan cahaya, bahkan dalam
kehilangan, jiwa yang kembali kepadanya tetap mampu
merasakan kehadirannya sebagai penopang hidup. Inilah
ketenangan sejati, bukan karena tidak ada masalah, melainkan
karena ada keyakinan bahwa bersama Tuhan, segala resah tidak
lagi menakutkan.
Jika kita tinjau untuk kehiupan yang lebih jauh kedepan,
maka menyerahkan keresahan kepada Tuhan dapat membentuk
sikap rendah hati. Manusia menyadari bahwa hidup bukan
semata hasil usaha dan perhitungan logis, melainkan juga
anugerah dan kuasa dari sang pencipta yang maha kuasa.
Kesadaran ini menjauhkan manusia dari kesombongan, sebab ia
tahu bahwa keberhasilan, rezeki, maupun kebahagiaan yang ia
miliki sejatinya hanyalah titipan dari yang esa. Dengan
demikian, resah yang dialami tidak lagi dipandang sebagai
hukuman, melainkan sebagai pengingat bahwa manusia
senantiasa membutuhkan bimbingan. Justru karena itulah,
keresahan menjadi kesempatan untuk kembali dekat dengan sang
pencipta segalanya.
Mengembalikan resah juga berarti menemukan arah dalam
hidup, banyak orang tersesat dalam kebingungan, tidak tahu ke