101


tidak hanya bersumber dari kelebihan, tetapi juga dari kejujuran

menghadapi kelemahan.

Penting pula disadari bahwa cahaya tidak selalu harus

terang benderang agar bisa bermanfaat, kehadiran dan peran

yang sederhana namun konsisten seringkali jauh lebih berarti

daripada kilau sesaat yang cepat padam. Seseorang mungkin

tidak dikenal luas atau tidak dianggap istimewa, tetapi bagi

orang-orang terdekat, ia adalah sumber kekuatan dan keteduhan.

Inilah esensi menjadi cahaya: bukan tentang seberapa besar

pengaruh yang ditunjukkan, melainkan tentang seberapa tulus ia

memberi manfaat bagi lingkungan yang ada dalam

jangkauannya.

Menjadi cahaya untuk sekitar adalah tentang komitmen

untuk terus menebarkan kebaikan tanpa pamrih., cahaya tidak

menuntut balasan, karena keberadaannya sendiri sudah menjadi

hadiah bagi orang lain. Ketika seseorang berusaha menghadirkan

sikap positif, menjaga integritas, menghargai perbedaan, serta

memberi dukungan kepada sesama, ia sedang menyalakan

cahaya yang akan terus hidup dalam ingatan dan hati orang lain.