Kita juga perlu sadari bahwa kegagalan yang kita alami
adalah salah satu bentuk proses pembentukan karakter,
Proses tidak hanya membawa kita pada hasil, tetapi juga
membentuk siapa diri kita. Orang yang tumbuh tanpa
kesulitan mungkin mudah goyah ketika menghadapi ujian.
Sebaliknya, orang yang terbiasa ditempa akan memiliki
ketahanan luar biasa. Mereka tahu bagaimana rasanya
ditolak, bagaimana sakitnya jatuh, dan bagaimana bangkit
lagi meskipun hati remuk.
Semua itu membentuk karakter yang kuat, rendah hati,
dan bijaksana, ada sebuah pepatah yang dipopulerkan oleh
seorang filsuf Yunani yang Bernama Socrates, ia berkata
bahwa: “Hidup yang tidak ada cobaan sekalipun tidak layak
untuk dijalani.” Dalam konteks ini Socrates bermaksud
untuk memotivasi orang-orang bahwa kegagalan itu
merupakan salah satu bentuk kegagalan, dan kegagalan itu
Adalah bentuk ujian, ujian yang akan merubah kita menuju
arah yang lebih baik lagi.
Dalam dunia nyata, kita sering menemukan orang yang
sukses terlalu cepat justru kehilangan arah. Mereka tidak
sempat belajar dari kesulitan, sehingga ketika badai datang,
mereka mudah rapuh. Karena itu, proses bukan sekadar jalan
menuju tujuan, tetapi juga guru yang menyiapkan kita untuk
bisa bertahan di titik tertinggi.