Termasuk sebagian dari menghormati al qur’an adalah ketika selesai membaca al qur’an agar membenarkan Rabnya, dan bersaksi atas telah tersampaikannya al qur’an bagi utusan-Nya shollallohu alaihi wasalam.maka dia mengucapkan : ” maha benar Engkau wahai Rab kami dan Engkau telah menyampaikan utusan-Mu dan kami atas hal itu termasuk orang-orang yang bersaksi, Yaa Allah semoga engkau jadikan kami termasuk saksi-saksi yang benar. “kemudian berdoa dengan doa-doa lainnya.
– kitab tafsir al qurtuby (1/42) :
ومن حرمته إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ، ويشهد بالبلاغ لرسوله – صلى الله عليه وسلم – ، ويشهد على ذلك أنه حق ، فيقول : صدقت ربنا وبلغت رسلك ، ونحن على ذلك من الشاهدين ; اللهم اجعلنا من شهداء الحق ، القائمين بالقسط ; ثم يدعو بدعوات
– kitab nihayatul muhtaj hasiyah syibro malisi (5/60) :
لَوْ قَالَ صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ عِنْدَ قِرَاءَةِ شَيْءٍ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ م ر يَنْبَغِي أَنْ لَا يَضُرَّ
“Seandainya dia berkata Shadaqallahul ‘Azhim saat membaca bagian dari Al Quran, berkata Imam Ramli maka itu tidak memudharatkan (tidak mengapa).
– kitab fathul mannan hal. 4 :
ويستحب للقارىء إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم ويشهد على ذلك أنه حق فيقول: صدق الله العظيم، وبلغ رسوله الكريم، ونحن على ذلك من الشاهدين.
“Dianjurkan bagi pembaca Al Quran, jika telah selesai hendaknya dia membenarkan Tuhannya, dan bersaksi atas tabligh yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan bersaksi bahwa itu adalah kebenaran, maka hendaknya membaca: Shadaqallahul ‘Azhim, Wa balagha rasuluhul karim, wa nahnu ‘ala dzalika minasy syahidin.