Umat Islam meniru gaya hidup Bangsa-Bangsa sebelumnya


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاٍع  فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَفَارِسَ وَالرُّومِ؟ فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ؟!  (رواه البخاري: ٧٣١٩)

Artinya: Hadis dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, ia bersabda: Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum mereka,
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Lalu para sahabat bertanya,
Apakah seperti Persia dan Romawi, wahai Rasulullah? ia menjawab, Kalau bukan
mereka, siapa lagi? (HR al-Bukhari : 7319)

Hadis ini memberikan peringatan tentang salah satu tanda kiamat, yaitu umat
Islam akan meniru gaya hidup, tradisi, dan perilaku umat-umat terdahulu, seperti Persia dan Romawi, secara bertahap dan menyeluruh, baik dalam gaya hidup, sistem sosial, cara berpakaian, hingga akidah dan kebudayaan. pada masa itu peniruan terhadap bangsa Persia dan romawis sudah terlihat secara keseluruhan dan perlahan, dimulai dari hal kecil sampai ke hal-hal besar dan prinsipil. Rasulullah SAW menyebut bahwa umat-umat terdahulu yang akan ditiru itu adalah bangsa Persia dan Romawi, dua kekuatan besar pada masa itu yang mewakili peradaban material, kekuasaan, dan hedonisme, serta penyimpangan agama.