Terbaliknya nilai kebenaran dan munculnya ruwaiybidh


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  سَيَأْتِى عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِى أَمْرِ الْعَامَّةِ  (رواه ابن ما جه: ٤١٧٢)

Artinya: Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Akan datang masa-masa yang penuh dengan kedustaan yang akan menimpa manusia, dimana pendusta dianggap jujur, orang yang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dianggap orang yang amanah , orang yang amanah dianggap pengkhianat, dan Ruwaibidlah turut bicara. Lalu ia ditanya, Siapakah Ruwaibidlah itu? ia menjawab, Orang-orang bodoh yang mengatur urusan rakyat. (HR Ibnu Majah: 4172)

Hadis ini menjelaskan bahwa sebelum kiamat itu terdapat tanda tanda kerusakan
zaman, dimana pendusta dianggap jujur, orang yang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dianggap orang yang amanah , orang yang amanah dianggap pengkhianat, dan Ruwaibidlah turut bicara. contohnya seperti orang bodoh yang menjadi pemimpin