عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيُحَجَّنَّ الْبَيْتُ وَلَيُعْتَمَرَنَّ بَعْدَ خُرُوجِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ. (رواه البخاري: ١٥١٦)
Artinya: Hadis dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi SAW, ia bersabda: Sungguh, Baitullah akan tetap diziarahi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. (HR al-Bukhari : 1516)
Hadis ini menjelaskan bahwa meskipun Ya’juj dan Ma’juj, sebagai salah satu
tanda besar kiamat yang menimbulkan kehancuran besar di muka bumi, telah keluar, ibadah haji dan umrah ke Ka’bah masih tetap dilakukan. Ini menunjukkan bahwa syiar Islam belum sepenuhnya hilang, dan masih ada sekelompok orang yang bertahan dalam ibadah dan keimanan di tengah huru-hara akhir zaman. Para ulama menjelaskan bahwa meskipun Ya’juj dan Ma’juj menyebarkan kerusakan, Allah masih menjaga sebagian dari umat Islam yang kuat imannya untuk tetap menghidupkan syariat, termasuk haji dan umrah. Hal ini menjadi petunjuk keyakinan bagi umat bahwa di tengah badai fitnah dan kerusakan, agama tetap memiliki pengikut yang patuh pada imannya.