عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتُلُوا إِمَامَكُمْ وَتَجْتَلِدُوا بِأَسْيَافِكُمْ وَيَرِثَ دُنْيَاكُمْ شِرَارُكُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ أَبِى عَمْرٍو. (رواه الترمذى: ٢٣٢٥)
Artiya: Hadis dari Hudzaifah bin al-Yaman, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan terjadi kiamat hingga kalian membunuh pemimpin kalian, saling menebas dengan pedang-pedang kalian, dan dunia kalian diwarisi oleh orang-orang yang paling buruk di antara kalian. (HR al-Tirmidzi: 2325)
Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah munculnya kekacauan besar dalam kehidupan umat Islam. Kekacauan itu ditandai dengan pembunuhan terhadap pemimpin, “terjadinya peperangan dan pertumpahan darah di antara sesama umat Islam, serta beralihnya kekuasaan kepada orang-orang yang jahat dan tidak bertakwa.””Kondisi ini menunjukkan kehancuran moral dan sosial yang parah di tengah masyarakat. Rasulullah memberikan peringatan ini agar umat Islam senantiasa menjaga persatuan, menghindari fitnah,””dan tidak mudah terhasut hingga menumpahkan darah sesama Muslim. Ini juga isyarat bahwa akhir zaman akan ditandai dengan krisis kepemimpinan dan dominasi orang-orang fasik dalam urusan dunia.”