عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ أَسْعَدُ النَّاسِ بِالدُّنْيَا لَكَعُ ابْنُ لَكَعٍ. (رواه الترمذي: ٢٢٠٩)
Artinya: Hadis dari Hudzaifah bin al-Yaman, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda, Tidak akan datang kiamat hingga orang yang paling bahagia di dunia adalah Lak’aa bin Lak’aa. (HR al-Tirmidzi: 2209)
Hadis ini menggambarkan salah satu tanda menjelang kiamat, yaitu munculnya seseorang yang akan dianggap sebagai orang yang paling beruntung di dunia, padahal dia bukanlah orang yang mulia dalam pandangan agama atau memiliki keutamaan yang signifikan. Lak’aa bin Lak’aa merujuk pada seorang yang tidak memiliki ilmu, akhlak, atau kontribusi positif, namun justru mendapatkan kebahagiaan duniawi yang melimpah. Hal ini menandakan bahwa masyarakat akan kehilangan prioritas dan nilai-nilai kebaikan, serta lebih mengutamakan kebahagiaan duniawi yang bersifat sementara dan dangkal. Hadis ini juga mengingatkan kita tentang bahayanya orientasi hidup yang hanya fokus pada dunia tanpa memperhatikan agama dan kehidupan akhirat.