Kembalinya penyembahan Berhala di akhir Zaman


أَخْبَرَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَضْطَرِبَ أَلْيَاتُ نِسَاءِ دَوْسٍ عَلَى ذِي الْخَلَصَةِ وَذُو الْخَلَصَةِ طَاغِيَةُ دَوْسٍ الَّتِي كَانُوا يَعْبُدُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ. (رواه البخاري: ٦٦٩٩)

Artinya: Hadis dari Abu Hurairah RA mengabarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Kiamat tidak akan terjadi hingga pinggul-pinggul wanita kabilah Daus bergoyang di sekitar Dzu al-Khalashah. Dzu al-Khalashah adalah berhala suku Daus yang mereka sembah pada masa jahiliah. (HR. al-Bukhari: 6699)

Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu tanda kiamat adalah kembalinya sebagian umat manusia kepada penyembahan berhala, bahkan dari kalangan yang sebelumnya telah masuk Islam. Rasulullah SAW menyebut suku Daus sebuah kabilah Arab yang dahulu memeluk Islam, namun di akhir zaman akan kembali menyembah berhala mereka di masa jahiliah, yaitu Dzu al-Khalashah. (pinggul wanita Daus bergoyang) menunjukkan bahwawanita-wanita mereka akan datang dan melakukan ritual mengelilingi berhala dengan tarian dan gerakan, sebagaimana yang biasa dilakukan dalam penyembahan berhala. Ini
adalah simbol kembali kepada kemusyrikan, setelah sebelumnya mereka hidup dalam petunjuk Islam.