Hadis 2


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ قَالَ اطَّلَعَ عَلَيْنَا النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ السَّاعَةَ فَقَالَ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ الدَّجَّالُ وَالدُّخَانُ وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا. (رواه ابن ماجه: ٤١١٧)

Artinya: Hadis dari Huzaifah bin Asid, ia berkata: Nabi SAW melihat kami dari atas kamar (tingkat), sementara kami sedang saling membicarakan tentang hari kiamat. Maka ia bersabda: Tidak akan terjadi kiamat hingga muncul sepuluh tanda: Dajjal, asap (dukhan), dan terbitnya matahari dari arah barat. (HR. Ibnu Majah: 4117)

Hadis ini menjelaskan bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya sepuluh tanda besar, yang merupakan fenomena luar biasa dan tidak biasa, sebagai bentuk peringatan terakhir bagi umat manusia. Dalam hadis ini disebutkan tiga dari tanda-tanda tersebut, yaitu: pertama, Munculnya Dajjal seorang pendusta besar yang membawa fitnah besar bagi umat manusia. Kedua Asap (dukhan) kabut atau asap besar yang menyelimuti bumi. Ketiga Terbitnya matahari dari barat fenomena langit yang menandai perubahan besar di alam, dan menjadi pertanda ditutupnya pintu taubat.