عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ، وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ، حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ (رواه البخاري: ٩٨٩)
Artinya: Hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda, Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu dicabut, gempa bumi semakin
banyak, waktu terasa semakin singkat, fitnah menyebar luas, dan pembunuhan
(al-harj) merajalela yaitu pembunuhan demi pembunuhan hingga harta berlimpah dan meluap di tengah kalian. (HR al-Bukhari: 989)
Hadis ini mnejelaskan bahwa beberapa tanda besar sebelum datangnya hari
kiamat, ialah Dicabutnya ilmu, dimana wafatnya para ulama, bukan hilangnya kitab, sehingga masyarakat kehilangan sumber ptunjuk kebenaran. Meningkatnya bencana alam seperti gempa bumi menunjukkan gejala alam yang tidak stabil semakin sering terjadi. Aktu terasa singkat yang mempertandakan hilangnya keberkahan waktu. Tersebarnya fitnah di mana kebenaran dan kebatilan menjadi sulit dibedakan. pembunuhan merajalela yang menunjukkan salah satu masa akhir zaman dimana nyawa manusia sudah tidakberharga lagi. Harta yang melimpah yang berartikan kemajuan ekonomi namun bersamaan dengan kehancurannya dalam bermasyarakat.