عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ إِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ وَاحِدَةً صَلَّى أَوْ ثِنْتَيْنِ فَلْيَبْنِ عَلَى وَاحِدَةٍ فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثِنْتَيْنِ صَلَّى أَوْ ثَلاَثًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثِنْتَيْنِ فَإِنْ لَمْ يَدْرِ ثَلاَثًا صَلَّى أَوْ أَرْبَعًا فَلْيَبْنِ عَلَى ثَلاَثٍ وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ (رواه الترمذي: ٤٠٠).
Artinya: hadis dari Abdulrahman bin Auf, ia berkata: saya mendengar Nabi SAW bersabda: jika salah seorang di antara kalian ragu dalam salatnya, apakah ia telah salat satu rakaat atau dua, maka hendaklah ia berpatokan pada satu rakaat. Jika ia ragu apakah sudah salat dua rakaat atau tiga, maka berpatokanlah pada dua rakaat. Dan jika ia ragu apakah sudah salat tiga rakaat atau empat, maka berpatokanlah pada tiga rakaat, dan hendaklah ia melakukan dua sujud sebelum salam. (HR. Tirmidzi: 400)
Hadis ini menjelaskan bahwa apabila seseorang ragu dalam salatnya mengenai hitungan rakaat yang sudah dilakukan (apakah satu, dua, tiga, atau empat rakaat), maka ia harus berpatokan pada jumlah rakaat yang lebih sedikit dan melakukan dua sujud sahwi sebelum salam. Hal ini menunjukkan bahwa dalam salat, jika ada keraguan, kita harus menganggap yang lebih sedikit sebagai patokan dan melakukan sujud sahwi untuk mengoreksi kesalahan.