Sujud Dhuha Delapan Kali


عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ بِهَذَا الإِسْنَادِ وَقَالَ: فَسَتَرَتْهُ ابْنَتُهُ فَاطِمَةُ بِثَوْبِهِ فَلَمَّا اغْتَسَلَ أَخَذَهُ فَالتَحَفَ بِهِ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى ثَمَانَسُجَدَاتٍ وَذَٰلِكَ ضُحَىً (رَوَاهُ مُسْلِم: ٣٣٦).

Artinya: hadis dari Sa’id bin Abi Hind dengan sanad ini, ia berkata: maka putrinya, Fathimah, menutupinya dengan kainnya. Setelah selesai mandi, ia mengambil kain tersebut lalu menyelimutkan dirinya dengannya, kemudian ia berdiri dan salat sebanyak delapan sujud pada waktu dhuha. (HR. Muslim: 336)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW setelah mandi, melaksanakan salat dhuha dengan delapan sujud, yang berarti delapan rakaat, karena dalam setiap rakaat ada dua sujud. Ini menandakan keutamaan salat dhuha serta sunnah memperbanyak rakaat dalam waktu dhuha. Hadis ini juga menggambarkan betapa pentingnya menjaga salat sunnah di siang hari sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah serta memperbanyak amal salih di luar salat wajib.