38. Setan Menangis Ketika Manusia Sujud


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم “إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ، فَسَجَدَ، اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ (وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ: يَا وَيْلِي)، أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ، فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ، فَلِيَ النَّارُ (رواه مسلم: ٢٥٤)

Artinya: hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: apabila manusia membaca surat Sajadah, lalu ia sujud, maka setan menjauh menyendiri untuk menangis seraya berkata: celakalah. Dan dalam riwayat Abu Kuraib: celakalah aku, manusia disuruh bersujud, lalu aku enggan sehingga aku mendapatkan neraka. (HR. Muslim: 254)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika manusia bersujud, setan merasa sangat kecewa dan menangis. Setan menangis karena manusia diberi perintah untuk bersujud, tetapi setan sendiri enggan melakukannya dan akhirnya dijauhkan dari rahmat Allah, yang mengarah pada tempat yang buruk (neraka). Hadis ini mengingatkan kita bahwa sujud adalah ibadah yang sangat dihargai oleh Allah, dan setan merasa iri karena tidak bisa melakukannya.