2. Alasan Abu Hurairah Sujud Tilawah


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه قَالَ: أَوَّلُ سُورَةٍ أُنزِلَتْ فِيهَا سَجْدَةٌ (وَالنَّجْمُ) قَالَ فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَسَجَدَ مَنْ خَلْفَهُ إِلَّا رَجُلًا رَأَيْتُهُ أَخَذَ كَفًّا مِنْ تُرَابٍ فَسَجَدَ عَلَيْهِ فَرَأَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ قُتِلَ كَافِرًا وَهُوَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ (رواه البخاري: ٤۵۸۲).

Artinya: hadis dari Abu Salamah ia berkata: aku melihat Abu Hurairah RA membaca “idzassamaa’unsyaqqat” lalu ia sujud tilawah. Kemudian aku bertanya kepadanya: wahai Abu Hurairah, mengapa engkau melakukan sujud? Maka ia menjawab: seandainya aku tidak melihat Nabi SAW bersujud, tentu aku tidak akan sujud. (HR. al-Bukhari: 1024)

 

 

Hadis ini menjelaskan bahwa dalam suatu kesempatan, Abu Salamah melihat Abu Hurairah sujud tilawah saat membaca surat al-Insyiqaq. Ketika ditanya, Abu Hurairah menjelaskan bahwa ia tidak akan sujud jika tidak melihat Rasulullah SAW melakukannya. Ini mengindikasikan bahwa perilaku sahabat (Abu Hurairah) adalah berdasarkan teladan langsung dari rasulullah, dan ia sujud tilawah hanya karena mencontoh Rasulullah SAW.