1. Sujud Tilawah ketika Membaca Surat al-Insyiqaq


عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ العَتَمَةَ فَقَرَأَ {إِذَا السَّمَاءُ انشَقَّتْ} فَسَجَدَ فَقُلْتُ لَهُ: قَالَ سَجَدْتُ خَلْفَ أَبِي القَاسِمِ صلى الله عليه وسلم فَلَا أَزَالُ أَسْجُدُ بِهَا حَتَّى أَلْقَاهُ (رواه البخاري: ۷۳۲).

Artinya: hadis dari Abu Rafi’ ia berkata: aku salat Isya bersama Abu Hurairah, lalu ia membaca “idzassamaa’unsyaqqat” dan bersujud, maka hal itu kemudian aku tanyakan kepadanya. Maka ia menjawab: aku pernah sujud bersama di belakang Abu al-Qasim SAW dalam ayat tersebut, dan aku akan selalu sujud didalamnya hingga aku berjumpa dengannya. (HR. al-Bukhari: 732)

 

 

Hadis ini menjelaskan bahwa Abu Rafi’ pernah salat bersama Abu Hurairah, lalu Abu Hurairah melakukan sujud tilawah saat membaca surat al-Insyiqaq. Ketika ditanya oleh Abu Rafi’, ia menjelaskan bahwa sujud itu mengikuti tindakan nabi yang juga sujud pada ayat tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya mengikuti sunnah nabi dalam hal ibadah, termasuk sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah seperti surat al-Insyiqaq.