عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا سَجَدَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (رواه النسائ: ١١٢٥).
Artinya: hadis dari Ali RA, bahwa Rasulullah SAW apabila sujud ia mengucapkan, Ya Allah, hanya kepada-Mu aku sujud, hanya kepada-Mu aku berserah diri, dan hanya kepada-Mu aku beriman. Sujud wajahku kepada Allah yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memperindah bentuknya, yang membelah pendengaran dan penglihatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta. (HR. An-Nasa’i: 1125)
Hadis ini menjelaskan bahwa ketika sujud, Nabi SAW mengucapkan doa khusus yang menegaskan pengabdian dan penyerahan diri kepada Allah. Ia menyatakan bahwa hanya kepada Allah ia sujud, berserah diri, dan beriman. Bacaan ini menegaskan pentingnya rasa tunduk dan pengakuan terhadap kebesaran Allah dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam ibadah. Doa ini juga mengajarkan umat Islam untuk merendahkan diri dan menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, yang menciptakan dengan sempurna.