عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي جَاءَ الشَّيْطَانُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ حَتَّى لَا يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ (رواه البخاري: ١١٥٦).
Artinya: hadis dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya seseorang dari kalian jika berdiri mengerjakan salat, setan akan datang menghampirinya (untuk menggodanya) sehingga tidak menyadari berapa rakaat salat yang sudah ia laksanakan. Oleh karena itu, bila seorang dari kalian mengalami peristiwa itu hendaklah ia melakukan sujud dua kali dalam posisi duduk. (HR. al-Bukhari: 1156)
Hadis ini menjelaskan bahwa ketika seseorang sedang salat, setan dapat mengganggu pikirannya sehingga ia tidak dapat menghitung berapa rakaat yang sudah dilaksanakan. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan setan dalam salat dapat terjadi, dan umat Islam dianjurkan untuk tidak terpengaruh oleh gangguan tersebut. Ketika seseorang merasa bingung tentang jumlah rakaat yang telah ia lakukan, maka dianjurkan untuk melakukan dua sujud tambahan setelah salam sebagai cara untuk memperbaiki salat tersebut. Ini adalah bentuk penyempurnaan salat yang dilakukan karena adanya kesalahan atau keraguan dalam jumlah rakaat, yang mengingatkan kita pentingnya menjaga kekhusyukan dalam salat agar tidak terganggu oleh gangguan apapun, termasuk gangguan setan.