Sehat bagi orang yang Bertakwa


عَنْ مُعَاذِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خُبَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَمِّهِ قَالَ كُنَّا فِى مَجْلِسٍ فَجَاءَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم وَعَلَى رَأْسِهِ أَثَرُ مَاءٍ فَقَالَ لَهُ بَعْضُنَا نَرَاكَ الْيَوْمَ طَيِّبَ النَّفْسِ. فَقَالَ  أَجَلْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ. ثُمَّ أَفَاضَ الْقَوْمُ فِى ذِكْرِ الْغِنَى فَقَالَ  لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ.(رواه ابن ماجه:۲۲۲٤)

    Artinya: hadis dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari Bapaknya dari Pamannya ia berkata: “Kami sedang duduk-duduk dalam sebuah majelis, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, sementara di kepalanya masih ada sisa air mandi. Sebagian kami berkata kepada beliau, “Hari ini kami melihatmu tampak bahagia, ” beliau lantas menjawab: “Benar, segala puji bagi Allah.” Setelah itu orang-orang hanyut dalam perbincangan masalah kekayaan hingga beliau pun bersabda: “Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.(HR.Ibnu Majah:2224)

Hadis ini menjelaskan situasi ketika Rasulullah saw hadir dalam keadaan segar dan bahagia. Ketika ditanya, beliau menjawab bahwa dirinya dalam keadaan baik dan memuji Allah atas hal tersebut. Lalu, ketika para sahabat mulai membicarakan tentang kekayaan, Nabi  meluruskan pemahaman mereka dengan menyampaikan tiga pelajaran penting.kekayaan tidak tercela selama disertai dengan ketakwaan. Artinya, harta dunia bukan hal yang buruk jika digunakan dengan benar dan tidak melalaikan dari Allah kesehatan lebih utama daripada kekayaan bagi orang yang bertakwa. Dengan tubuh yang sehat, seseorang bisa lebih maksimal dalam beribadah dan berbuat kebaikan.jiwa yang tenang dan bahagia adalah bagian dari nikmat Allah. Kebahagiaan batin bukan hanya datang dari materi, tetapi dari hati yang bersih, bersyukur, dan dekat dengan Allah.Kesimpulannya, hadis ini menekankan bahwa ketakwaan adalah fondasi utama, dan nikmat sejati ada pada kesehatan dan kebahagiaan jiwa, bukan semata kekayaan lahiriah.