عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ (رواه الترمذى:۲٥٥٤)
Artinya : Hadis dari Miqdam bin Ma’dikarib berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:Manusia tidak memenuhi wadah yang buruk melebihi perut, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya, bila tidak bisa maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya.”(HR.at-Tirmidzi:2554)
Hadis ini menjelaskan pentingnya menjaga pola makan dan tidak berlebihan dalam mengisi perut. Rasulullah saw menyebut bahwa perut adalah wadah terburuk jika dipenuhi secara berlebihan, karena dapat menimbulkan berbagai penyakit fisik dan kelemahan spiritual. Beliau memberikan panduan sederhana dan bijak: cukup beberapa suapan saja untuk menjaga kekuatan tubuh, dan jika ingin makan lebih banyak, maka isi perut sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk bernafas. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dan kesederhanaan dalam urusan jasmani.
Pesan dari hadis ini sangat relevan untuk kehidupan modern, di mana pola makan berlebihan dan tidak sehat sering menjadi sumber penyakit. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga memberi bimbingan dalam menjaga kesehatan. Dengan menerapkan ajaran ini, seseorang akan lebih sehat, kuat beribadah, dan terhindar dari penyakit akibat kekenyangan. Hadis ini juga mengingatkan bahwa pola makan yang terkontrol adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab terhadap tubuh yang Allah amanahkan.