Olahraga Ala Rasulullah


عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ  هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَة. (رواه أبى داود:۲٥٨٠)

Artinya: Hadis dari Aisyah RA, bahwa Ia pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, ia berkata: Kemudian aku berlomba dengan beliau dengan berlari, lalu aku mendahului beliau. Kemudian setelah gemuk aku berlomba dengan beliau, maka beliau mendahuluiku. Beliau berkata: “Ini menggantikan kekalahan pada perlombaan terdahulu.”(HR.Abu daud: 2580)

Hadis ini menjelaskan  sisi kelembutan dan keakraban Nabi terhadap istrinya, ‘Aisyah RA Dalam perjalanan, beliau berlomba lari dengannya, dan ketika ‘Aisyah masih ringan (belum gemuk), ia menang. Namun, di waktu lain saat berat badannya bertambah, Nabi Saw menang dan bercanda dengan berkata, “Ini sebagai balasan kekalahan sebelumnya.”

hadis ini juga mengandung anjuran untuk berolahraga. Nabi Saw menunjukkan bahwa aktivitas fisik, seperti berlari, penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, olahraga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mempererat hubungan keluarga, seperti yang dicontohkan Nabi Saw dengan berlomba lari bersama istrinya.