Do’a rasulullah untuk orang yang sakit


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ   كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِلْإِنْسَانِ إِذَا اشْتَكَى يَقُولُ بِرِيقِهِ ثُمَّ قَالَ بِهِ فِي التُّرَابِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا   (رواه أبي داود :٣٨۹٥)

 Artinya:  Hadis dari Aisyah ia berkata: Jika ada orang yang mengeluhkan sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meludah ke tanah lalu berdoa: “TURBATU ARDLINAA BIRIIQATI BA’DLINAA YUSYFAA SAQIIMUNAA BI IDZNI RABBINAA.” (Ini adalah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami maka tersembuhkan orang sakit kami dengan izin Tuhan kami.( HR Abu daud : 3895)

Hadis ini menjelaskan salah satu bentuk ruqyah dan pengobatan yang diajarkan Rasulullah Saw, yaitu dengan meludah ke tanah lalu mengucapkan doa tertentu untuk menyembuhkan orang sakit. Doa tersebut menyebutkan unsur tanah dan ludah sebagai sarana, serta menegaskan bahwa kesembuhan datang hanya dengan izin Allah: “Dengan tanah dari bumi kami, dicampur ludah dari sebagian kami, sembuhlah orang sakit kami dengan izin Tuhan kami.”

Kandungan hadis ini menunjukkan bahwa pengobatan dalam Islam tidak terbatas pada materi medis, tapi juga melibatkan unsur spiritual dan keimanan. Nabi Saw memanfaatkan sarana yang sederhana dan alami, seperti tanah dan air liur, tetapi digabungkan dengan doa, sebagai bentuk tawakal kepada Allah. Ini juga mengajarkan bahwa penyembuhan hakikatnya adalah dari Allah, dan media hanyalah wasilah atau perantara. Hadis ini menjadi dasar bolehnya menggunakan ruqyah dan pengobatan tradisional yang tidak mengandung unsur syirik.