عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ إِنَّهُ يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ وَقَدْ وَهَنَهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ الثَّلَاثَةَ وَأَنْ يَمْشُوا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ وَلَمْ يَمْنَعْهُ أَنْ يَأْمُرَهُمْ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ كُلَّهَا إِلَّا الْإِبْقَاءُ عَلَيْهِمْ ( رواه البخاري:١٥۲٥)
Artinya : Hadis dari Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya datang mengunjungi Ka’bah. Kaum Musyrikin berkata: “Dia datang kepada kalian padahal mereka telah dilemahkan fisik mereka oleh penyakit demam yang melanda kota Yatsrib”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya agar berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa antara dua rukun (sudut) dan tidak ada yang menghalangi Beliau bila memerintahkan mereka agar berlari-lari kecil untuk semua putaran, namun hal itu tidak lain kecuali sebagai kemurahan Beliau kepada mereka.(HR al- Bukhari : 1525)
Hadis ini menjelaskan ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya melaksanakan tawaf di Ka’bah. Kaum musyrikin mencemooh karena para sahabat terlihat lemah akibat penyakit demam. Nabi kemudian memerintahkan para sahabat untuk berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama tawaf sebagai bentuk semangat, namun memberi kemudahan untuk berjalan biasa antara dua rukun. Ini menunjukkan kemurahan hati Nabi yang memahami kondisi fisik para sahabat dan tetap memberikan kemudahan dalam beribadah.