حَدَّثَنَا جُمْعَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ هَاشِمٍ أَخْبَرَنَا عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ (رواه البخاري:٥۱٣٥)
Artinya : Telah menceritakan kepada kami Jum’ah bin Abdullah berkata: telah menceritakan kepada kami Marwan berkata: telah mengabarkan kepada kami Hasyim bin Hasyim berkata: telah mengabarkan kepada kami Amir bin Sa’d dari Bapaknya ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa setiap pagi mengkonsumsi tujuh butir kurma ‘Ajwah, maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir.” (HR al-Bukhari: 5135)
Hadis ini menjelaskan keutamaan kurma ‘Ajwah, khususnya jika dikonsumsi sebanyak tujuh butir di pagi hari. Rasulullah Saw menyatakan bahwa siapa pun yang melakukannya, maka ia akan terlindungi dari racun dan sihir pada hari itu. Ini menunjukkan bahwa kurma ‘Ajwah memiliki manfaat kesehatan dan perlindungan spiritual, serta termasuk makanan yang diberkahi.
Kandungan hadis ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya mendorong menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perlindungan dari gangguan metafisik seperti sihir. Konsumsi kurma ‘Ajwah adalah bagian dari pola hidup sehat dan islami yang dicontohkan Nabi SAW, serta merupakan bentuk ikhtiar preventif yang berpadu antara unsur medis dan keimanan.