عَنْ خَالِدِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ خَرَجْنَا وَمَعَنَا غَالِبُ بْنُ أَبْجَرَ فَمَرِضَ فِي الطَّرِيقِ فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَهُوَ مَرِيضٌ فَعَادَهُ ابْنُ أَبِي عَتِيقٍ فَقَالَ لَنَا عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحُبَيْبَةِ السَّوْدَاءِ فَخُذُوا مِنْهَا خَمْسًا أَوْ سَبْعًا فَاسْحَقُوهَا ثُمَّ اقْطُرُوهَا فِي أَنْفِهِ بِقَطَرَاتِ زَيْتٍ فِي هَذَا الْجَانِبِ وَفِي هَذَا الْجَانِبِ فَإِنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْنِي أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ (رواه البخاري:٥٣٦٣)
Artinya : hadis dari Khalid bin Sa‘d, ia berkata:”Kami keluar (dalam sebuah perjalanan), dan bersama kami ada Ghalib bin Abjar. Di tengah jalan, ia sakit. Lalu ketika kami sampai di Madinah, dia masih dalam keadaan sakit. Maka Ibn Abi ‘Atiq menjenguknya, dan ia berkata kepada kami:’Gunakanlah habbah sauda (jinten hitam) ini. Ambillah lima atau tujuh butir, lalu tumbuklah, kemudian teteskan ke hidungnya dengan beberapa tetes minyak, di sisi hidung ini dan sisi yang itu.’Sesungguhnya ‘Aisyah telah menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar Nabi saw bersabda:“Sesungguhnya habbah sauda adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-sām.”Aku (Khalid bin Sa‘d) bertanya, “Apakah as-sām itu?” Dia menjawab, Kematian. (HR al-Bukhari: 2363)
Hadis ini menjelaskan manfaat habbah sauda (jinten hitam) sebagai obat untuk berbagai penyakit. Ibn Abi ‘Atiq memberi petunjuk agar habbah sauda digunakan dengan cara menumbuknya dan meneteskan minyak ke hidung, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw yang mengatakan bahwa habbah sauda adalah obat untuk segala penyakit, kecuali as-sām.
Dalam hadis ini, as-sām dijelaskan sebagai kematian, yang berarti bahwa meskipun habbah sauda sangat bermanfaat, ada batasan bahwa kematian tidak bisa disembuhkan dengan obat apapun. Hadis ini mengajarkan pentingnya pengobatan alami, sambil menyadari bahwa kesembuhan adalah kehendak Allah Swt.