Jangan Makan Berlebihan


عن نافع قال  : كان ابن عمر لا يأكل حتى يؤتى بمسكين يأكل معه فأدخلت رجلا يأكل معه فأكل كثيرا فقال يا نافع لا تدخل هذا علي سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول المؤمن يأكل في معى واحد والكافر يأكل في سبعة أمعاء (رواه البخاري:٥٠٧٨)

 Artinya : hadis Dari Nafi‘, ia berkata:Ibnu Umar tidak makan sampai ada seorang miskin yang ikut makan bersamanya. Maka aku memasukkan seorang laki-laki untuk makan bersamanya. Lalu orang itu makan dengan banyak sekali. Maka Ibnu ‘Umar berkata:‘Wahai Nafi‘, jangan masukkan orang ini kepadaku lagi! Aku mendengar Nabi saw bersabda:Seorang mukmin makan dengan satu usus (perut), sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus. ( HR. al-Bukhari:5078)

Hadis ini menjelaskan kebiasaan Ibnu ‘Umar yang senang berbagi makanan dengan orang miskin sebagai bentuk empati dan kesederhanaan. Namun, ketika ia mendapati seseorang makan dengan sangat lahap, ia menolak untuk mengajaknya makan lagi, karena teringat sabda Nabi Muhammad saw bahwa seorang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus. Ini adalah ungkapan kiasan yang menggambarkan perbedaan gaya hidup antara orang yang beriman dan orang yang jauh dari nilai-nilai spiritual.

Seorang mukmin digambarkan sebagai orang yang makan secukupnya, tidak berlebihan, dan menjadikan makan sebagai sarana untuk menguatkan ibadah dan amal saleh. Sementara itu, orang yang tidak beriman digambarkan sebagai orang yang berlebihan dalam urusan dunia, termasuk dalam hal makan, sehingga makan dengan “tujuh usus”. Kandungan utama hadis ini adalah ajakan untuk hidup sederhana, menahan diri dari kerakusan, serta menanamkan sikap syukur dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar.