حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ ثُمَّ ذَكَرَ أَنَّ الْإِيمَانَ بِاللَّهِ وَالْجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مِنْ أَفْضَلِ الْأَعْمَالِ عِنْدَ اللَّهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنَا صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنِّي خَطَايَايَ
قَالَ
نَعَمْ فَكَيْفَ قُلْتَ
قَالَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنَا صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنِّي خَطَايَايَ
قَالَ
نَعَمْ كَيْفَ قُلْتَ
قَالَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنَا صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرَ مُدْبِرٍ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنِّي خَطَايَايَ
قَالَ
نَعَمْ إِلَّا الدَّيْنَ فَإِنَّ جِبْرِيلَ سَارَّنِي بِذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Utsman Abdullah bin Umar berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Ja’far dari ‘Iyadh bin Abdullah bin Abu Sarh dari Abu Hurairah, dia berkata, Bahwasanya Rasulullah ﷺ berdiri lalu berkhotbah di hadapan manusia, kemudian beliau menyebutkan bahwasanya iman kepada Allah dan jihad di jalan Allah adalah amalan yang paling utama di sisi Allah, lalu ada seorang laki-laki yang berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, jika aku terbunuh di jalan Allah dalam keadaan sabar dan berharap akan pahala, maju dan tidak mundur apakah Allah akan menghapus dosa-dosaku?” beliau bersabda,
“Tentu. kamu berkata apa tadi?”
ia berkata, “Jika aku terbunuh di jalan Allah dalam keadaan sabar dan berharap akan pahala, maju dan tidak mundur apakah Allah akan menghapus dosa-dosaku?” beliau bersabda,
“Tentu. kamu berkata apa tadi?”
ia berkata, “Jika aku terbunuh di jalan Allah dalam keadaan sabar dan berharap akan pahala, maju dan tidak mundur apakah Allah akan menghapus dosa-dosaku?” beliau bersabda,
“Tentu, kecuali utang karena sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam berbisik kepadaku dengan hal itu.”
(HR. Ahmad 8021)