Dalam hadits ini Rasulullah SAW memerintahkan beberapa pemuda yang telah belajar darinya agar kembali ke kampung halaman mereka unutk mendidik dan mengajarkan keluarga mereka apa-apa yang telah mereka pelajari dari Rasululullah SAW karerna tugas sorang kepala keluarga yang merupakan pendidik pertama bagi anak-anak.
Menurut Zakiah Drajat orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, kerena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Sudiyono menjelaskan juga bahwa dalam islam orang yang paling bertanggung jawab tersebut adalah orang tua (ayah dan ibu) anak didik.
Al Rasyidin berkata bahwa, menurut ahli-ahli pendidikan Islam secara umum tugas pendidik adalah mendidik. Mendidik itu sebagian dilakukan dengan bentuk mengajar, membimbing, mengarahkan, memuji, memberi contoh atau teladan, membiasakan bahkan memberikan hadiah dan hukuman. Karenanya, tugas pendidik bukan hanya sekedar mengajar, tetapi juga memotivasi, menggerakkan, memberikan penguatan, mengklarifikasi dan memfasilitasi proses pembelajaran, yaitu proses dimana peserta didik dibina agar dapat merealisasikan seluruh potensi yang dimilikinya secara maksimal.
Selain menstransfer pengetahuan kepada peserta didik, tugas seorang pendidik yang paling utama juga ialah tazkiyah an-nafs, yaitu mengembangkan, membersihkan dan mengangkat jiwa peserta didik agar sampai pada Penciptnya, menjaukannya dari kejahatan, dan menjaga agar mereka tetap berada pada fitrahnya. Oleh karena itu seorang pendidik tidak hanya mengajarkan kepada peserta didik ilmu-ilmu pengetahuan saja, tetapi juga berusaha menjaga mereka agar terhindar dari segala bentuk kejahatan dan kemaksiatan dan tidak membiarkan mereka tenggelam di dalammya.