عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ أَرْسَلَ غُلاَمَهُ بِصَاعِ قَمْحٍ فَقَالَ بِعْهُ ثُمَّ اشْتَرِ بِهِ شَعِيرًا. فَذَهَبَ الْغُلاَمُ فَأَخَذَ صَاعًا وَزِيَادَةَ بَعْضِ صَاعٍ فَلَمَّا جَاءَ مَعْمَرًا أَخْبَرَهُ بِذَلِكَ فَقَالَ لَهُ مَعْمَرٌ لِمَ فَعَلْتَ ذَلِكَ انْطَلِقْ فَرُدَّهُ وَلاَ تَأْخُذَنَّ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ فَإِنِّى كُنْتُ أَسْمَعُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « الطَّعَامُ بِالطَّعَامِ مِثْلاً بِمِثْلٍ ». قَالَ وَكَانَ طَعَامُنَا يَوْمَئِذٍ الشَّعِيرَ. قِيلَ لَهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ بِمِثْلِهِ قَالَ إِنِّى أَخَافُ أَنْ يُضَارِعَ. (رواه مسلم: ٤١٦٤)
Artinya: Dari Ma’mar bin Abadullah, bahwa dia pernah menyuruh pelayannya dengan membawa satu sha’ tepung ini, kemudian dia berkata: “Juallah ini lalu tukarlah dengan gandum yang masih kasar.” Lalu pelayannya pergi dan mengambil lebih dari satu sha’ gandum, ketika Ma’mar datang dia memberitahukan kepadanya, maka Ma’mar berkata: “Kenapa kamu lakukan hal itu! Pergilah dan kembalikan gandum itu, janganlah kamu mengambilnya kecuali dengan takaran yang sama. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Makanan dengan makanan harus sebanding.” Ma’mar berkata lagi, “Saat itu makanan kami adalah gandum.” Lalu dikatakan kepadanya, “Hal itukan tidak sama jenisnya?” dia menjawab, “Sesungguhnya saya khawatir jika hal itu mendekati praktek ribawi.” (HR. Muslim: 4164)