أَخْبَرَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ أَبِيهِ حَتَّى ذَكَرَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلاَ شَرْطَانِ فِى بَيْعٍ وَلاَ رِبْحُ مَا لَمْ يُضْمَنْ ».(رواه النَّسَائِي: ٤٦٤٧)
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ziyad bin Ayyub, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Ulayyah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Ayyub, ia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Syu’aib, ia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku dari ayahnya hingga ia menyebutkan Abdullah bin ‘Amru, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal jual beli dengan syarat diberi hutang, dua syarat dalam jual beli dan keuntungan sesuatu yang belum ditanggung.” (HR. an-Nasa’i: 4647)