Salah satu bukti seseorang mencintai temannya karena Allah adalah apabila temannya berbuat maksiat, maka ia menegur dan melarangnya. Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan ‘Abd bin Humaid dari Ibnu Abbas RA bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW: “Siapakah teman-teman kita yang terbaik?” Baginda Nabi menjawab:
مَنْ ذَكَّرَكُمْ بِاللهِ رُؤْيَتُهُ، وَزَادَكُمْ فِيْ عِلْمِكُمْ مَنْطِقُهُ، وَذَكَّرَكُمْ بِالآخِرَةِ عَمَلُهُ
Artinya: Teman yang paling baik adalah teman yang dengan melihatnya, mengingatkan kalian kepada Allah, ucapannya menambahkan ilmu bagi kalian, dan perbuatannya mengingatkan kalian akan akhirat.
Dari golongan seperti itulah, hendaknya kita memilih seorang sahabat. Fakta menunjukkan bahwa bergaul dengan orang-orang yang taat akan mendorong dan memotivasi kita untuk terus menambah ketaatan, dan berteman dengan para pelaku dosa seringkali menjerumuskan seseorang ke dalam dosa dan maksiat.