{"id":916,"date":"2021-04-01T08:33:55","date_gmt":"2021-04-01T08:33:55","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/hukum-mencuri-di-tengah-pademi-majalah-tabligh\/"},"modified":"2021-04-01T08:33:55","modified_gmt":"2021-04-01T08:33:55","slug":"hukum-mencuri-di-tengah-pademi-majalah-tabligh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/hukum-mencuri-di-tengah-pademi-majalah-tabligh\/","title":{"rendered":"Hukum Mencuri di Tengah Pademi (Majalah Tabligh)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><b><strong>Pertanyaan<\/strong><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Di tengah pandemi seperti saat ini, tidak sedikit orang yang kesulitan mencari makan. Dalam situasi seperti itu, bolehkah seseorang mencuri sekedar untuk bertahan hidup ? Kita juga terkadang melihat penyiksaan terhadap pencuri dengan alasan agar pencuri tersebut berhenti dari perbuatannya. Apakah tindakan semacam itu dibenarkan ? Mohon penjelasan, terimakasih.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><b><strong>Jawaban<\/strong><\/b><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Terima kasih kepada penanya atas perhatiannya pada realita kehidupan bermasyarakat. Pertanyaan saudara dapat dikelompokkan menjadi dua bahasan.\u00a0<em>Pertama,<\/em>\u00a0bagaimana hukumnya orang yang mencuri dalam keadaan terpaksa (bertahan hidup).\u00a0<em>Kedua,<\/em>\u00a0bagaimana hukumnya menyiksa pencuri.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Terhadap masalah yang pertama dapat kami sampaikan dua hal pokok.\u00a0<b><strong><em>Pertama,<\/em><\/strong><\/b>\u00a0mencuri dapat diartikan sebagai mengambil barang orang lain secara diam-diam, tanpa sepengetahuan dan kerelaan pemiliknya. Fikih Islam mengenal lima jenis pencurian;<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">mencuri disebabkan kelalaian pemilik barang disebut <em>mukhtalis<\/em>,<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">mencuri dengan cara menipu pemilik harta disebut <em>al-kh\u0101in,\u00a0<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">mencuri dengan cara merampas di tengah kerumunan orang disebut <em>muntahib\/ghasab,\u00a0<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">mencuri dengan cara diam-diam disebut <em>al-s\u0101riq,\u00a0<\/em>dan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">mencuri dengan cara merampok (disertai dengan penganiayaan fisik-psikis) disebut <em>qath\u2019 al-thar\u012bq.\u00a0<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kelima jenis pencuri tersebut dihukum secara berbeda. Pencuri jenis pertama, kedua, dan ketiga dapat dihukum dera, denda, penjara, dipermalukan (diarak), atau hukuman lain yang dapat dijadikan pelajaran pada orang lain.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Pencuri jenis keempat dihukum dengan potong tangan apabila syarat-syaratnya terpenuhi\u00a0[QS. Al-Maidah\/5: 38]. Sedang hukuman bagi pencuri jenis kelima adalah potong tangan dan kaki secara silang serta dijatuhi hukuman bunuh apabila menimbulkan korban jiwa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dalam Islam, pencuri dihukum dengan hukuman yang keras sebab Islam menghargai mereka yang mau bekerja, menjaga keberlangsungan harta individu, dan menjaga kehidupan yang harmoni. Mencuri merusak ketiga hal tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><b><strong><em>Kedua,<\/em><\/strong><\/b> pada dasarnya&#8230;.<\/p>\n<p><strong>Baca selengkapnya di:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.majalahtabligh.com\/2020\/11\/hukum-mencuri-di-tengah-pandemi.html\">https:\/\/www.majalahtabligh.com\/2020\/11\/hukum-mencuri-di-tengah-pandemi.html<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan Di tengah pandemi seperti saat ini, tidak sedikit orang yang kesulitan mencari makan. Dalam situasi seperti itu, bolehkah seseorang mencuri sekedar untuk bertahan hidup ? Kita juga terkadang melihat penyiksaan terhadap pencuri dengan alasan agar pencuri tersebut berhenti dari perbuatannya. Apakah tindakan semacam itu dibenarkan ? Mohon penjelasan, terimakasih. Jawaban Terima kasih kepada penanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":450,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[434],"tags":[],"class_list":["post-916","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum-mencuri-di-tengah-pademi-majalah-tabligh"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/450"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=916"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/916\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}