{"id":450,"date":"2021-02-10T22:37:00","date_gmt":"2021-02-10T22:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/kajian-kontemporer-terhadap-karya-nawawi-al-bantani\/"},"modified":"2021-02-10T22:37:00","modified_gmt":"2021-02-10T22:37:00","slug":"kajian-kontemporer-terhadap-karya-nawawi-al-bantani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/kajian-kontemporer-terhadap-karya-nawawi-al-bantani\/","title":{"rendered":"Kajian Kontemporer terhadap Karya Nawawi Al-Bantani"},"content":{"rendered":"<div id=\"articleAbstract\">\n<h4 style=\"text-align: center\">Abstract<\/h4>\n<div>\n<p>Sosok Nawawi al-Bantani sangat terkenal di Indonesia. Kajian terhadapnya membentang mulai dari gagasannya mengenai tasawuf, al-Quran, dll. Sejauh ini belum ada penelitian yang mencoba untuk mengklasifikasikan kajian terhadap Nawawi al-Bantani. Di sinilah letak signifikansi dari artikel ini. Dengan berangkat dari pertanyaan karya apa dan sejauh mana kajian para peneliti terhadap tokoh ini, dengan metode sejarah. Kami menemukan bahwa kajian al-Bantani cukup ekstensif pada periode setelah 2007-2017, namun karena karya al-Bantani yang dapat diakses sangat terbatas, maka kajiannya hanya fokus kepada beberapa kitabnya saja.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"articleSubject\">\n<p><strong>Keywords<\/strong>: Nawawi al-Bantani, Indonesia, sejarah<\/p>\n<p><strong>Download full pdf:\u00a0<a href=\"http:\/\/ejournal.iainsurakarta.ac.id\/index.php\/dinika\/article\/view\/2061\">http:\/\/ejournal.iainsurakarta.ac.id\/index.php\/dinika\/article\/view\/2061<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abstract Sosok Nawawi al-Bantani sangat terkenal di Indonesia. Kajian terhadapnya membentang mulai dari gagasannya mengenai tasawuf, al-Quran, dll. Sejauh ini belum ada penelitian yang mencoba untuk mengklasifikasikan kajian terhadap Nawawi al-Bantani. Di sinilah letak signifikansi dari artikel ini. Dengan berangkat dari pertanyaan karya apa dan sejauh mana kajian para peneliti terhadap tokoh ini, dengan metode [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":450,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[273],"tags":[],"class_list":["post-450","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurnal-dinika-kajian-kontemporer-terhadap-karya-nawawi-al-bantani"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/users\/450"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=450"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/450\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/hadisuinsuka\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}